Debat Bumi Bulat atau Bumi Datar?

Beliau juga berkata:

وقد حكى إجماع المسلمين على ذلك غير واحد من العلماء أئمة الإسلام : مثل أبي الحسين أحمد بن جعفر بن المنادي أحد الأعيان الكبار من الطبقة الثانية من أصحاب الإمام أحمد وله نحو أربعمائة مصنف ، وحكى الإجماع على ذلك الإمام أبو محمد بن حزم وأبو الفرج بن الجوزي ، وروى العلماء ذلك بالأسانيد المعروفة عن الصحابة والتابعين ، وذكروا ذلك من كتاب الله وسنة رسوله ، وبسطوا القول في ذلك بالدلائل السمعية

“Tidak sedikit ulama dan para imam telah menukil ijma’ kaum muslimin tentang bulatnya bumi, semisal Abul Husain Ahmad bin Jafar Al Munadi, salah satu tokoh besar dari thobaqoh kedua dari Imam Ahmad dan memiliki sekitar 400 karya tulis, dan ijma juga dinukil oleh Imam Abu Muhammad bin Hazm dan Abul Faraj bin Jauzi, dan para ulama telah meriwayatkan hal itu dengan sanad2 yang populer dari para sahabat dan tabiin, dan mereka menyebutkan dalil2 dari Al Quran dan Sunnah”. (Majmu Fatawa 6/586)

Demikian juga Ibnu Hazm rahimahullah berkata:

أن أحدا من أئمة المسلمين المستحقين لإسم الإمامة بالعلم رضي الله عنهم لم ينكروا تكوير الأرض ولا يحفظ لأحد منهم في دفعه كلمة بل البراهين من القرآن والسنة قد جاءت بتكويرها

“Para Imam kaum muslimin yang berhak mendapar gelar imam radhiallahu anhum tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat. Tidak pula diketahui dari mereka ada yang mengingkari sama sekali, bahkan bukti-bukti dari Al-Quran dan Sunnah membuktikan bahwa bumi itu bulat”. (Al Fishol fil Milal wa Nihal 2/78)

Baca Juga: Apakah Manusia Bisa Hidup di Selain Planet Bumi?

Jangan Menyelisihi Ijma’ Ulama

Apabila telah tegak ijma’ maka jangan macam-macam untuk menyelisihinya karena Ijma’ Itu pasti dibangun di atas dalil Al Quran dan Sunnah, karena mereka tidak mungkin bersepakat di atas kesesatan.

Al-Amidi berkata: “Semua bersepakat bahwa umat tidak akan bersepakat terhadap suatu hukum melainkan berlandaskan pada pedoman dan dalil”. (Al Ihkam, 1/374)

Perlu diketahui bahwa adanya sebagian kecil yang menyelisihi ijma’ di atas tidak bisa membatalkan ijma dan perselisihannya tidaklah dianggap karena ijma yg mutabar adalah ijma generasi awal, apalagi yg menukil ijma adalah pakar yg sangat mengerti tentang perpandingan madzhab dan pendapat yaitu Syeikhul Islam dan Ibnu Hazm.

Anggaplah ijma ini batal, tetap tidak boleh bagi kita gegabah menyelisihinya, lah wong pendapat jumhur (mayoritas) saja gak boleh sembarang diselisihi apalagi sudah ada nukilan ijma.

Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menasehatkan: “Oleh karena itu hendaknya bagi seseorang untuk tidak menyelisihi jumhur (mayoritas) ulama kecuali apabila dia mengetahui bahwa ucapan mereka tidak benar, karena seringkali kebenaran bersama jumhur”. (Syarh Qowaid Mutsla hlm. 83)

Baca Juga: Benarkah Hajar Aswad Adalah Tangan Kanan Allah Di Bumi?

 Tinggalkan Debat Kusir Bentuk Bumi

Walau kami tidak ragu bahwa bumi itu bulat mengikuti kesepakatan para ulama, namun kami menasehatkan kepada saudara-saudaraku untuk meninggalkan debat kusir dalam masalah ini, cukup sampaikan kepada mereka ijma ulama, jika mereka menerima maka alhamdulillah dan jika mereka tidak menerima maka tidak perlu kita menguras tenaga kita dan menghabiskan waktu kita untuk meladeni mereka, masih banyak hal-hal lain yg jauh lebih penting dari ini. Ingatlah baik-baik hadits Nabi:

أنا زعيم ببيت في ربَض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقًّا

“Saya menjamin sebuah rumah di surga yg paling pinggir bagi orang yang meninggalkan debat kusir sekalipun dia benar”. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shahih)

Maka nasehatku padamu, sibukkanlah dirimu dengan hal2 yg bermanfaat berupa menuntut ilmu syari, beramal shalih, berdakwah dan sebagainya. Jangan habiskan waktumu untuk debat kusir yg hanya mengeraskan hatimu.

Imam Ibnul Qoyyim mengatakan: “Sumber ketenangan jiwa adalah dengan menyibukkan diri dalam perkara yang bermanfaat. Dan sumber hancurnya jiwa adalah dengan tenggelam dalam perkara yang tidak bermanfaat”. (Al-Fawaid hal.177)

Syaikh Shalih al-Fauzan pernah mengatakan: “Jika Allah memuliakan seorang hamba, maka Allah akan menyibukkannya dengan ketaatan kepadaNya”.(Syarh Thohawiyyah hlm. 112).

Baca Juga:

Demikian ulasan singkat, semoga bermanfaat.

Penulis: Abu Ubaidah As Sidawi

Artikel: Muslim.or.id