Doa Nabi Daud: Meminta Cinta Allah

Doa Nabi Daud ‘alaihis salam berikut bagus untuk diamalkan di dalamnya berisi meminta cinta Allah.

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa)

بَابُ الأَمْرِ بِالدُّعَاءِ وَفَضْلِهِ وَبَيَانِ جُمَلِ مِنْ أَدْعِيَّتِهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –

Bab 250. Perintah untuk berdoa dan keutamaan berdoa serta penjelasan beberapa doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hadits #1490

وَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

كَانَ مِنْ دُعَاءِ دَاوُدَ يَقُوْلُ : اللَّهُمَّ ! إِنِّي أَسْألُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ ، وَالعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ . اللَّهُمَّ ! اِجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِليَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِي ، وَمِنَ المَاءِ البَارِدِ

رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقاَلَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Di antara doa Nabi Daud adalah ‘ALLOHUMMA INNI AS-ALUKA HUBBAK, WA HUBBA MAYYUHIBBUK, WAL ‘AMALA ALLADZI YUBALLIGHUNII HUBBAK. ALLOHUMMAJ’AL HUBBAKA AHABBA ILAYYA MIN NAFSII WA AHLII WA MINAL MAA-IL BAARID’ (artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk selalu cinta kepada-Mu, mencintai orang yang selalu mencintai-Mu, dana mal yang dapat menyampaikanku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluarga, dan air yang dingin).” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Penilaian hadits

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly menyatakan bahwa hadits ini dhaif. Hadits ini dikeluarkan oleh Tirmidzi (3556), Al-Hakim (2:433), Ibnu ‘Asakir (5/352/2). Tirmidzi menilai hadits ini hasan gharib. Al-Hakim menilai hadits ini sahih secara sanad.

Faedah hadits

  1. Hadits ini walaupun dhaif, ada hadits-hadits sahih sebagai penguatnya.

Boleh meriwayatkan hadits dhaif dengan tiga syarat:

  • Hadits tersebut tidak terlalu dhaif.
  • Hadits tersebut punya makna yang sahih dari riwayat sahih lainnya.
  • Tidak boleh diyakini kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya.

Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 180529.

  1. Kita didorong untuk meraih cinta Allah dan berusaha mendapatkannya.

Cinta Allah bisa didapati dengan:

  • Zuhud pada dunia dengan cara tidak banyak mengharap dunia dan mengeluarkan kecintaan pada dunia dalam hati.
  • Mengenal Allah, inilah asal seseorang bisa mencintai Allah.
  • Membaca Al-Quran dan merenungkannya (tadabbur).
  1. Kecintaan pada Allah lebih diunggulkan daripada yang lainnya.

Referensi:

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

https://islamqa.info/ar/answers/180529


Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com