DO’A SESUDAH WUDHU

DO’A SESUDAH WUDHU
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’ [Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.] kecuali Allah akan bukakan untuknya delapan pintu langit yang bisa dia masuki dari pintu mana saja.” HR. Muslim no. 234; Abu Dawud no. 169; At-Tirmidzi no. 55; An-Nasa’i 1/95 dan Ibnu Majah no. 470.

Di dalam riwayat At-Tirmidzi ada tambahan doa,
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ
“Allahummaj ‘alni minat tawwabiina waj’alnii minal mutathohhiriin [Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hambaMu yang rajin bertaubat dan menyucikan diri].” HR. Tirmidzi shahih dalam Shahihul Jami’ hadits no. 6046.

Matan doa setelah wudhu adalah sebagai berikut

اشهدان لااله الاالله وحده لا شر يك له واشهدو ان محمد ا ىبدوه ورسو له-
اللهم اجعلنى من التو ابين واخعلنى من المطهر ين-
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUUWA ROSUULUHUU, ALLOOHUMMAJ'ALNII MINAT TAWWAABIINA WAJ'ALNII MINAL MUTATHOHHIRIINA

Artinya

Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci (sholeh)

Pengertian Wudlu menurut bahasa mempunyai artian bersih dan indah, sedangkan untuk menurut syara mempunyai arti membersihkan bagian anggota tubuh untuk menghilangkan hadast kecil sebelum anda mengerjakan shalat (shalat wajib dan sunnah) atau untuk keperluan lainnya yang dianggap sebagai sunah, yaitu ketika akan membaca al Qur’an, menjelang tidur, dan lain-lain. Perlu diingat bahwa shalat dengan tanpa wudhu maka tidak sah shalatnya.

Tata cara melakukan wudhu sangat simple tetapi mempunyai manfaat atau keutamaan wudhu yang sangat ajaib dan luar biasa karena manfaat wudhu selain untuk menghapus dosa-dosa kecil, berwudhu juga bisa mengangkat derajat dan kedudukan seseorang didalam surga. Dan hadis tersebut mengabarkan kepada kita bahwa menyempurnakan wudhu menjadi wasilah untuk dibukakan pintu surga yang delapan dan disuruh masuk melalui pintu yang dikendaki. 

Syaratnya wudhunya sempurna, biasanya yang sering menyebabkan tidak sempurna karena bagian sikutnya tidak dilebihkan ketika membasuh dan yang terpenting bagian telapak kai harus diusap karena rata-rata airnya dari kran berasal mengucur dari atas, sehingga bila tidak diusap, berarti tidak terbasahi ketika wudhu, sekalipun basah bukan karena dibasuh tetapi karena menginjak lantai yang basah. Bila tidak disuap dengan tangan, jangankan telapak kaki, bahkan dibelakang mata kaki biasanya tidak terbasuh air wudhu. Oleh karena itu para orang tua dan guru agama serta para ustadz mohon untuk lebih konsen dalam bab wudhu tersebut.

Tentang wudhu bisa menghapus dosa, Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa salam bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Muslim no 586 :


“Maukah kalian aku tunjukkan tentang amalan yg dengan-nya Allah menghapuskan dosa-dosa dan mengangkat derajat-derajat?” Lalu mereka (sahabat) berkata, “Mau, Wahai Rasullullah” kemudian beliau bersabda “Amalan itu adalah menyempurnakan wudhu di waktu yg tak menyenangkan, Banyak-nya langkah menuju masjid dan menunggu shalat setelah menunaikan shalat (HR. Muslim Ayat 586)”. 
Sedangkan untuk hukum berdoa setelah wudhu itu sunnah sehingga jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan sekaligus harapan baik kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk mengabulkan sesuai yang diucapkan. Dalam membaca do’a setelah wudhu memang tidak wajib dan bukan rukun wudhu, namun dalam hal ini apabila di kerjakan hal ini akan menambah keutamaan.

Ibadah yang utama didahului dengan membersihkan fisik, melalui wuhdu. Dalam wudhu terkandung hikmah yang mengisyaratkan kepada kita bahwa hendaknya seorang muslim memulai ibadah dan kehidupannya dengan kesucian lahir batin. Sebab kata thaharah berasal dari kata yang mengandung makna “kebersihan dan keindahan”.

Wudhu disyariatkan bukan hanya ketika kita hendak beribadah, bahkan juga disyariatkan pada seluruh kondisi. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan agar selalu dalam kondisi bersuci (wudhu) sebagaimana yang dahulu yang dilazimi oleh Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa salam dan para sahabatnya yang mulia. Mereka senantiasa berwudhu, baik dalam keadaan senang ataupun susah dan kurang menyenangkan (seperti saat muslim hujan dan dingin).

Doa lain yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallams setelah berwudhu diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من تَوَضَّأ فَقَالَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِك أشهد أَن لَا إِلَه إِلَّا أَنْت استغفرك وَأَتُوب إِلَيْك كتب فِي رق ثمَّ طبع بِطَابع فَلم يكسر إِلَى يَوْم الْقِيَامَة
“Barangsiapa yang berwudhu kemudian setelah berwudhu mengucapkan doa,’Subhaanaka allahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika’ [Maha suci Engkau ya Allah, segala puji untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu] maka akan ditulis di lembaran berwarna putih kemudian di-stempel dan tidak akan hancur sampai hari kiamat.” HR. An-Nasa’i dalam ‘Amal Yaum wal Lailah no. 30. Hadis ini shahih dalam Shahihul Jami’ hadits no. 6046.