Imam Ibnu Katsir di fitnah sebagai Sufi, Benarkah ???

Imam Ibnu Katsir di fitnah sebagai Sufi, Benarkah ???

Perhatikan sebagian aqidah sesat kaum Sufi dan pernyataan Imam Ibnu Katsir rahimahullah di bawah ini.

Sufi dan syiah (laknatullah) menolak Allah ﷻ bersemayam di atas Arsy.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Tafsirnya menyatakan :

Mengenai firman Allah ﷻ yang mengatakan:

‎{ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ}
Lalu Dia beristiwa di atas Arasy. (Al-A'raf: 54)

Sehubungan dengan makna ayat ini para ulama mempunyai berbagai pendapat yang cukup banyak, rinciannya bukan pada kitab ini.

Tetapi sehubungan dengan ini kami hanya meniti cara yang dipakai oleh mazhab ulama Salaf yang saleh, seperti Malik, Auza'i, As-Sauri, Al-Lais ibnu Sa'd, Asy-Syafii, Ahmad, dan Ishaq ibnu Rahawaih serta lain-lainnya dari kalangan para imam kaum muslim, baik yang terdahulu maupun yang kemudian. Yaitu MENGINTERPRESTASIKAN SEPERTI APA ADANYA, tetapi TANPA memberikan gambaran, penyerupaan, juga tanpa mengaburkan pengertiannya. Pada garis besarnya apa yang mudah ditangkap dari teks ayat oleh orang yang suka menyerupakan merupakan hal yang tidak ada bagi Allah ﷻ .

Imam Ibnu Katsir as Syafi’i rahimahullah berkata dalam Kitab Tafsirnya,

‎هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia beristiwa di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al Hadid 4)

Allah menceritakan penciptaan langit dan bumi yang dilakukan-Nya selama enam hari (masa); kemudian Allah memberitahukan tentang beristiwa’-Nya di atas 'Arasy sesudah Dia menciptakan semuanya.

Sufi dan syiah suka musik-musik

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Tafsirnya menyatakan :

Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah yang membenarkan kitab yang ada pada mereka. (Al-Baqarah: 101), hingga akhir ayat.

Maka mereka mengikuti kemauan hawa nafsu mereka yang dibacakan oleh setan-setan, yaitu

  • alat-alat musik dan
  • permainan serta
  • segala se­suatu yang melalaikan berzikir kepada Allah ﷻ
sufi dan syiah suka membuat perkara baru dalam agama (bid’ah).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Tafsirnya menyatakan :

‎{لَوْ كَانَ خَيْرًا مَا سَبَقُونَا إِلَيْهِ}
Kalau sekiranya dia (Al-Qur'an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. (Al-Ahqaf: 11)

Adapun golongan ahli sunnah wal jamaah mengatakan tentang semua perbuatan dan ucapan yang tidak terbukti bersumber dari para sahabat berarti hal itu adalah bid'ah.
Karena sesungguhnya seandainya hal itu baik, tentulah mereka (para sahabat radhiallahu anhum ajma’in) mendahului kita beriman kepadanya, karena sesungguhnya tiada suatu perkara kebaikan pun yang mereka biarkan melainkan mereka (para sahabat radhiallahu anhum ajma’in) bersegera mengerjakannya.
‎الله أعلم 
Semoga Allah ﷻ memberi hidayah kepada mereka ahlu fitnah ini dan melindungi kita dari segala fitnah.

Demikian dari kami semoga bermanfaat.

‎سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
‎والسلام عليكم و رحمة الله و بركاته 
Abu Aurel Reza