Iman pasti diuji, agar terbukti murni bukan imitasi.

Iman pasti diuji, agar terbukti murni bukan imitasi.

Anda mengaku beriman? Sudahkah anda diuji sehingga terbukti iman anda murni bukan iman imitasi?

Adapun janji Allah Taala, maka pasti benar dan sudah terbukti, berbeda dengan iman anda, karena itu jangan bermimpi menguji kebenaran janji Allah, namhn bersiaplah untuk diuji kebenaran iman anda.

Kidah berikut cukup unik untuk anda renungkan, bagaimana orang beriman menjalani ujian iman.

Sahabat Abu Said Al Khudri mengisahkan: Suatu hari datang seorang lelaki kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu ia berkata: Wahai Rasulullah, sejatinya saudaraku saat ini sedang menderita diare.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اسْقِهِ عَسَلًا»
Minuminal ia madu.

Segera lelaki itu pergi dan menjalankan petunjuk nabi, yaitu meminumi saudaranya madu.

Tidak selang berapa lama, ia kembali lagi menemui Rasulullah dan berkata kepadanya: aku telah meminumkan madu kepadanya, namun ternyata diarenya malah bertambah parah.

Mendengar laporan itu, beliau kembali memerintahkannya untuk terus meminuminya madu.

Segera lelaki itu pergi dan menjalankan perintah Rasulullah, namun lagi-lagi diare sauadaranya semakin bertambah parah. Sehingga ia kembali menemui Rasulullah dan mengabarkan hal ini kepada beliau.

Mendapat laporan perihal diare saudara lelaki itu yang semakin bertampah parah, lagi-lagi Rasulullah memerintahkannya untuk meminuminya madu.

Tanpa pikir panjang atau ragu sedikitpun, lelaki itu kembali mematuhi perintah Rasulullah.

Dan lagi-lagi diare saudaranya semakin bertambah parah, hingga akhirnya untuk yang ketiga kalinya ia menyampaikan kejadian ini kepada Nabi. Dan nabipun kembali memerintahkannya dengan pengobatan yang sama. Dan kembali lagi diare saudara lelaki itu juga belum kunjung sembuh.

Walau sudah mencoba pengobatan ala Rasulullah untuk ketiga kalinya, namun lelaki itu tidak putus asa atau bergeming dan ragu. Ia tetap dengan yakin meminta petunjuk dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Dan untuk keempat kali ini, Rasulullah bersabda:

صَدَقَ اللهُ، وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ»
Allah Maha Benar, sedangkan perut saudaramu yang tidak benar/ mengalami gangguan".

Selanjutnya Rasulullah memerintahkan lelaki itu untuk meminumkan madu kepada saudaranya, dan SUBHANALLAH, setelah minum madu empat kali, barulah diare saudara lelaki itu sembuh total.(Muslim)

Rasulullah menyatakan bahwa Allah Maha Benar, karena Allah telah menjelaskan bahwa pada madu terdapat kesembuhan, sebagaimana ditegaskan pada ayat 69 surat An Nahel.

Demikianlah contoh nyata bagaimana seorang mukmin melatih keimanan, walau gagal tiga kali, namun tetap saja teguh dan tegar menerapkan ajaran Rasulullah, hingga akhirnya berhasil mendapatkan bukti akan kebenaran ajaran beliau.

Bagaimana dengan anda sobat?

sumber fb Dr Muhammad Arifin Badri