Kebenaran wajib menerimanya dari mana saja datangnya

Kebenaran wajib menerimanya
Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu pernah mengatakan:
اقْبل الْحَقَّ مِمَّنْ قَالَهُ وَإِنْ كَانَ بَغِيضًا ، وَرُدَّ الْبَاطِلَ عَلَى مَنْ قَالَهُ وَإِنْ كَانَ حَبِيبًا
Terimalah kebenaran dari siapa saja yang mengatakannya meski dia adalah orang yang dibenci, dan tolaklah kebatilan dari siapa saja yang mengatakannya meski dia adalah orang yang dicintai. (Madarijus Salikin: 2957)

Kebenaran tetaplah kebenaran, wajib menerimanya dari mana saja datangnya. Rasullullah shallallahu alaihi wasallam menerima apa yang dikatakan oleh seorang Yahudi karena yang dikatakannya itu adalah sebuah kebenaran, dari Qutailah seorang wanita dari Juhainah, ia menuturkan:

أَنَّ يَهُودِيًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّكُمْ تُنَدِّدُونَ وَإِنَّكُمْ تُشْرِكُونَ تَقُولُونَ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ وَتَقُولُونَ وَالْكَعْبَةِ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادُوا أَنْ يَحْلِفُوا أَنْ يَقُولُوا وَرَبِّ الْكَعْبَةِ وَيَقُولُونَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ شِئْتَ
Seorang Yahudi datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya kalian membuat tandingan, dan sungguh kalian telah berbuat syirik. Kalian mengatakan, ‘Atas kehendak Allah dan kehendak kamu’. Dan kalian katakan, ‘Demi Ka’bah’.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para sahabat apabila hendak bersumpah untuk mengucapkan, ‘Demi Tuhan Pemilik Ka’bah’, dan mengucapkan, ‘Atas kehendak Allah, kemudian atas kehendak kamu’.” (HR. An-Nasa’i: 3773)

Bahkan, tidak perlu marah jika orang itu menyampaikan aib yang benar ada pada kita, padahal niatnya itu adalah untuk mencela dan menjatuhkan.
Syaikh Ibnu al-‘Utsaimin mengatakan: “Nabi shallahu alaihi wasallam tidak mengingkari Yahudi tersebut padahal secara zhahir maksudnya adalah untuk mencela dan mengejek Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat karena yang dikatakannya itu benar.” (Al-Qaulul Mufid: 2/229)

Oleh sebab itu, terimalah kebenaran dari mana saja dia datang dan siapa yang mengucapkannya. Jangan pernah menolak kebenaran lantaran yang mengucapkannya itu adalah orang yang kita benci. Karena menolak kebenaran itu adalah sebuah kesombongan, sedang orang sombong itu tidak akan masuk surga.

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
artikel maribaraja.com