Meluruskan Tradisi Sesajen Bangun Rumah Pada Masyarakat Islam

Tradisi Sesajen Bangun Rumah

Maraknya tradisi persembahan sesajen dalam masyarakat Islam itu adalah pengaruh ajaran agama sebelumnya, yaitu agama pattiroloang yang berlaku pada abad ke-13 sampai tersebarnya Islam di Sulawesi-Selatan. Sebelum ada agama Patturioloang,masyarakat telah mengenal kepercayaan animisme, dinamisme, yaitu berisi tahkhul,dan rutual- ritual.

Lalu datanglah Islam yang diajarkan oleh ulama dari Minangkabau, yaitu Dato ri Tiro, Dato ri Bandang dan Dato ri Bandang. Para penyebar Islam dalam mengajarkan Islam mengalami tantangan yang berat, yaitu keterikatan masyarakat dan pihak kerajaan terhadap tradisi Patturioloang yang bila dipaksakan maka akan terhambat penyebaran Islam, sampai akhirnya beginilah Islam sekarang dicampuradukkan dengan ajaran Patturioloang yang berisi ritual-ritual syirik namun kebanyakan orang tidak menyadarinya karena dianggap baik.

Salah satu tradisi yang masih lestari adalah mamasang sesajen berupa buah-buahan di tiang rumah yang hendak di bangun, dan dilengkapi dengan persembahan tumbal seekor ayam yang lepas pada saat tiang rumah dibangun. Bagi masyarakat awam persembahan tumbal dan sesajen ini hanyalah adat belaka, tidak ada maksud menyembah kepada selain Allah. Namun, bangsa jin golongan setan yang selama ini mengaku-ngaku sebagai penguasa kampung akan nambah kekuatan dan kesaktiannya agar leluasa menyesatkan dan menyirikkan masyarakat yang minim ilmu agama.

Sebagian masyarakat percaya bahwa sarung sutra dan sesajen diikat di tiang tengah (benteng polong), karena tiga tengah itu ditempati oleh malaikat penjaga rumah, makanya kalau angin kencang, malaikat itulah yang menahan ronrongan angin sehingga rumah tetap tegak. Kepercayaan seperti inilah takhyul sehingga banyak yang mengagungkan tiang tengah, dan bahkan dijadikan tempat mengantung botol minyak-minyak berkah dari dukun. Jadi sesajen itu diperuntukkan untuk malaikat penjaga rumah.
Tidak ada niat mempersekutukan Allah, pisang dan kelapa itu untuk tukang, hanya adat semata begitulah alasannya. Namun,dari persembahan tumbal dan sesajen itu dapat dikatakan ritual seperti itu mengandung syirik yang haram dilakukan karena:

1. Dilakukan atas dasar mengharap berkah atau takut terjadi suatu keburukan terhadap rumah atau penghuni rumah, sehingga tumbal dan sesajen itu adalah jamin datangnya berkah dan perlindungan dari keburukan.

2. Dilakukan atas dasar kepercayaan tentang ada kekuatan di kampung ini yang bisa berpengaruh terhadap rumah yang akan dibangun, entah mendatangkan kebaikan atau keburukan.

3. Ada keterrikatan seseorang terhadap persembahan sesajen, yang membuat dirinya tidak tenang bila tidak melakukannya, jadi seakan-akan wajib melakukannya.

4. Islam tidak mengajarkan cara membangun rumah dengan mengikat pisang, kelapa tua yang tumbuh tunasnya, sarung sutra, tebu-tebu, bunga kelapa, daun dingin-dingin,kalau alasannya untuk tukang maka tidak perlu diikat di tiang tengah bersama sarung, cukup masukkan ke kantong plastik lalu gantung di mana sana yang mudah dijangkau oleh tukang.
Kalau memang untuk adat semata maka jangan sisipi dengan akidah yang melanggar Islam, tetapi kalau niatnya mengharap sesuatu dari Allah maka lakukannya dengan 2 syarat, yaitu:

1. Niatnya ikhlas semata-mata memcari berkah dan perlindungan kepada Allah,
2. Lakukan sesuai tuntunan Rasulullah.

Mengharap berkah pada Allah dengan cara mengikat pisang,kelapa,tebu dan sarung di tiang tengah rumah itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Kalau untuk tukang biasanya ditaruh di atas piring bersama secangkir kopi lalu dipersilahkan makan, setelah itu tukang kerja kembali.

Sesungguhnya yang namanya persembahan tumbal dan sesajen itu masuk dalam wilayah kekuasaan gaib, dan makhluk gaib yang berburu tumbal dan sesajen dari manusia hanyalah jin setan yang memiliki misi untuk menyesatkan dan mensyirikkan manusia. Jin-jin inilah yang menakut-nakuti manusia dengan keburukan, setanlah yang membisiki manusia dengan janji-janji palsu, padahal Allah telah mengajakan bahwa setan-setan itu tidak bisa berbuat apa-apa terhadap manusia selain dari menyesatkannya dengan berbagai tipu dayanya.

Sesungguhnya mereka yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk yang (lemah) serupa juga dengan kamu. (QS. Al A'raaf:194). Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menolongmu,bahkan dia tidak dapat menolong dirinya sendiri (QS. Al A'raaf:197). Dan yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat berbuat apa-apa (QS. An Nahl:20).

Oleh karena itu wahai saudaraku, marilah kita beriman dan bertakwa kepada Allah dengan benar sesuatu ajaran Allah dan Rasul-Nya,tinggalkanlah akidah dan amalan-amalan yang mengandung kesyirikan, karena semuanya akan merugikan dirimu sendiri, akan menghapus pahala ibadahmu (QS. Az Zumaar:65) dan bahkan bisa menyeret kita ke dalam neraka (QS. Al Bayyinah:6).

Semoga Allah melindungi kita dari tipu daya setan yang ingin menyesatkan dan mensyirikkan kita dan memberi kita petunjuk ke jalan-Nya serta memberi kita kekuatan untuk membebaskan diri dari jajahan setan. Lestarikan tradisi tapi jangan korbankan akidah dan agamamu, karena tradisi hanya untuk duniamu sedangkan akidah untuk akhiratmu.

sumber https://www.facebook.com/groups/1139336492750046/permalink/3041457955871214/?app=fbl