Menggapai Cinta Ilahi

MENGGAPAI CINTA ILAHI.

Semua orang merasa mencintai Allâh Azza wa Jalla , tidak terkecuali pengikut agama apa saja baik Yahudi ataupun Nashrani. Semua merasa telah mencintai Allâh Azza wa Jalla dan beragama pun karena ingin mencintai Allâh Azza wa Jalla . Orang Nashrani ingin menciptakan kecintaan kepada Allâh Azza wa Jalla kadang ada dengan sesuai kehendak Allâh Azza wa Jalla dan bisa juga menyelisihi kehendak Allâh Azza wa Jalla . Orang Yahudi mencintai Allâh Azza wa Jalla dan Muslimin yang jahil juga mencintai Allâh Azza wa Jalla namun mereka tidak dicintai Allâh Azza wa Jalla kecuali bila mereka berada diatas perkataan dan amalan yang membuat Allâh cinta dan ridha kepadanya.

Seorang Muslim berkeyakinan bahwa mencintai Allâh Azza wa Jalla adalah bagian dan cabang penting dari iman. Mencintai Allâh Azza wa Jalla adalah bukti nyata atas kesempurnaan iman seorang mukmin dan lemahnya kecintaan kepada Allâh Azza wa Jalla menjadi bukti kelemahan imannya.

Apakah ada yang lebih pantas dicintai lebih dari Allâh Azza wa Jalla ? Jawabnya adalah tidak ada. Semua yang kita cintai mengharuskan Allâh Azza wa Jalla lebih kita cintai darinya, karena kalau kita mencintai orang tua, maka siapakah yang menciptakan mereka berdua? Siapa yang memudahkan keduanya melahirkan kamu? Siapakah yang telah memberikan kecintaan ke dalam hati kedua orang tua kita kepada kita sehingga mampu mengasihi dan menyayangi kita? Jawabnya pasti adalah Allâh Azza wa Jalla .

Kalau begitu, semua yang kita cintai, hormati dan agungkan di dunia ini, semuanya karena kemurahan dan kedermawanan Allâh Azza wa Jalla kepada kita semua. Oleh karena itu wajib menjadikan  kecintaan kepada Allâh Azza wa Jalla melebihi kecintaan kepada selain-Nya. Demikianlah keadaan kaum Mukminîn yang Allâh Azza wa Jalla puji dalam firman-Nya:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allâh; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allâh. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allâh. [Al-Baqarah/2:165]

Namun yang lebih hebat dan penting lagi adalah bagaimana kita dicintai Allâh Azza wa Jalla , bukan sekedar mencintai Allâh Azza wa Jalla saja. Sebagian salaf menyatakan: “ yang penting bukan sekedar mencintai, namun yang sangat penting sekali adalah bagaimana dicintai “. Kalau demikian, seorang akan berusaha mencapai dan mendapat kecintaan Allâh Azza wa Jalla .

Kecintaan Allâh Azza wa Jalla kepada manusia adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua orang. Namun hal ini hanya dapat tercapai dengan semangat mencari ilmu dan mengenal amalan dan perkataan yang Allâh Azza wa Jalla  cintai dan ridhai. Sebab bila kamu mengetahui bagaimana Allâh Azza wa Jalla mencintai hambanya atau mengetahui sebab-sebab Allâh mencitai hamba-Nya maka akan muncul usaha untuk mendapatkannya.

Untuk mendapatkan cinta Allâh ini, bukanlah perkara yang mudah. Karena cinta itu harus mau mengorbankan kesenangan dirinya demi untuk kesenangan dan keridhaan yang kita cintai. Untuk mengetahui hal ini wajib melihat dan mempelajari semua yang telah diwahyukan kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam baik berupa al-Qur`an maupun Sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam. Demikian juga pernyataan cinta kepada Allâh Azza wa Jalla harus dibuktikan dengan mengikuti petunjuk dan teladan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam , sebagaimana dijelaskan Allâh Azza wa Jalla dalam firman-Nya:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allâh, ikutilah aku, niscaya Allâh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allâh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ali-Imran/3:31]

Mengikuti ajaran Rasulullah n menjadi bukti kebenaran cinta kepada Allâh Azza wa Jalla . Bila telah terbukti maka Allâh Azza wa Jalla akan membalas dengan kecintaannya, sehingga menjadi generasi yang Allâh Azza wa Jalla cintai dan mencintai Allâh Azza wa Jalla yang telah dijelaskan Allâh Azza wa Jalla dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allâh akan mendatangkan suatu kaum yang Allâh mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allâh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allâh, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allâh Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. [Al-Mâ’idah/5:54]

Semoga Allâh Azza wa Jalla memudahkan kita menjadi bagian dari generasi ini.

Wabillahittaufiq.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XXI/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]