Moment Puasa Tuk Melatih Agar Tidak Mudah Mencela Meski Posisi Benar.

Moment Puasa Tuk Melatih Agar Tidak Mudah Mencela Meski Posisi Benar.

Bismillah...
Puasa pada dasarnya melatih kesabaran.
Sesungguhnya kesabaran adalah asas yang terbesar bagi setiap akhlak yang indah dan bagi upaya menghindari akhlak yang hina. Dan sabar itu adalah menahan diri dari perkara yang tidak disukai oleh hawa nafsu dan menyelisihi seleranya, dalam rangka meraih ridho Allah dan pahalanya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ

“Puasa bulan kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun”. 
(Musnad Imam Ahmad 7567، 8965 dan Imam Muslim 1162)

Termasuk kesabaran tuk tak mencela atau menghina sesama meski kita diposisi benar.
Jadikan moment puasa melatih kita LAIN dari hari hari bisanya.
Jadikan moment ini moment yg spesial tuk memperbaiki niat hijrah kita tuk menjadi insan yang lebih baik dari hari kemarin.

Jangan sampai puasa kita sia sia hanya dapat lapar dan haus belaka.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Semoga Bermanfaat.