Nyai Blorong dan Nyai Roro Kidul Piknik Ke jakarta

Nyai Blorong dan Nyai Roro Kidul Piknik Ke jakarta

Membingungkan, Nyai Blorong dan Nyai Roro Kidul kau gadang-gadang untuk menolak sial, sementara ulama rabbani kau anggap radikal....

Membingungkan, kau ganti peran Allah dengan demit, gondoruwo, sundelbolong dan wewegombel, padahal mereka tidak pernah bisa menjamin keselamatanmu dunia dan akherat...

Membingungkan, kau katakan Allah, dzat paling tinggi dalam sujudmu tapi kau persembahkan Nyai Roro Kidul dan Nyai Blorong pada negerimu.....

Membingungkan, kau sakralkan ruatan dan selamatan untuk keselamatan negeri, tapi kau mengundang murka Allah dengan kesyirikan dan kekufuranmu....

Membingungkan, kau tebar kesyirikan dan kebid'ahan demi melestarikan kearifan lokal, sementara orang yang menegakkan kebenaran sunnah kau kucilkan dari arena kehidupan.

Membingungkan, kau pandang dengan sebelah mata orang yang berjanggut, sementara pendeta yang mengenakan toga kebesaran agamanya kau kirimin tumpeng keberkahan.

Membingungkan, pakaian menutup aurat, cadar dan jubah kau anggap pakaian nyeleneh dan ketinggalan zaman, sementara wanita berpakaian seronok, tampil semi telanjang dan berdandan menor kau anggap berkemajuan.

Membingungkan, film murahan kau jajakan seakan telah menebar kedamaian di tengah umat, sedangkan orang menyampaikan dakwah Islam kau usir dan kau makin habis-habisan.

Membingungkan, kau hujat dengan fulgar setiap orang yang mengamalkan al-Quran dan as-Sunnah, sementara kau membaca alQ'uran dan as-Sunnah dengan fasih hanya untuk melampiaskan ambisi duniawi dan materi serta ketenaran.

Membingungkan, dukun santet, dukun tunyul, dukun hantu, dukun tumbal dan dukun gendam serta dukun pesugihan kau kultuskan, sementara Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib kau kau tuduh menebar sistem kenegaraan primitif ketinggalan zaman..

Membingungkan, kau bilang agama hanya mengurus masalah privat, sementara kau bentangkan simbol-simbol agama di pojok-pojok kehidupan untuk kepentingan politik, ekonomi dan kekuasaan.

Membingungkan, kau anti Arab dan anti negara Arab Saudi, sementara kau raup keuntungan ratusan milyar setiap tahun dari prosesi penyelenggaraan haji dan umrah serta wisata Mekah dan Madinah.

Membingungkan, kau minta agar para pendatang ke Jakarta dibatasi, sementara Nyai Sekar, Nyai Blorong, Nyai Roro Kidul dan Nyai Kemuning kau ajak PIKNIK ke Jakarta.

Ustadz ZAINAL ABIDIN SYAMSUDDIN