Setan Terus Mengganggu Sehingga Kita Tidak Bangun Shalat Malam

Setan akan terus menggoda sehingga kita tidak bangun malam.

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail

  1. Bab Keutamaan Qiyamul Lail

Hadits #1164

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : ذُكِرَ عِنْدَ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةً حَتَّى أَصْبَحَ ، قَالَ : (( ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيطَانُ فِي أُذُنَيْهِ – أَوْ قَالَ : في أُذُنِهِ – )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan tentang seorang lelaki yang tidur semalaman sampai waktu pagi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ‘Laki-laki itu telah dikencingi setan pada kedua telinganya.’—atau beliau bersabda, ‘Pada telinganya—‘.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 3270 dan Muslim, no. 774]

Faedah Hadits

  1. Hadits ini menunjukkan waktu setan itu kencing.
  2. Setan itu benar-benar kencing. Karena setan itu makan dan minum pula, dan butuh untuk dikeluarkan.
  3. Setan akan terus menggoda manusia sehingga membuatnya jauh dari ketaatan dan menjadi orang yang lalai.
  4. Shalat malam akan menjaga diri kita dari godaan setan.

Hadits #1165

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ، إِذَا هُوَ نَامَ ، ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ عَلَى كُلِّ عُقْدَةٍ : عَلَيْكَ لَيْلٌ طَويلٌ فَارْقُدْ، فَإِنِ اسْتَيقَظَ ، فَذَكَرَ اللهَ تَعَالَى اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ ، اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى ، اِنْحَلَّتْ عُقَدُهُ كُلُّهَا ، فَأصْبَحَ نَشِيْطاً طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاََّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

(( قَافِيَةُ الرَّأْسِ )) : آخِرُهُ .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan membuat ikatan pada ujung kepala salah seorang di antara kalian ketika ia tidur sebanyak tiga ikatan, yang ia pukul setiap ikatan dengan mengatakan, ‘Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah.’ Jika orang tersebut bangun, lalu berdzikir kepada Allah, terlepaslah satu ikatan. Lalu jika ia berwudhu, terlepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia shalat, terlepaslah seluruh ikatannya. Maka ia memasuki waktu pagi dengan semangat dan jiwa yang baik. Dan jika tidak demikian, maka ia memasuki waktu pagi dengan jiwa yang jelek dan malas.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1142 dan Muslim, no. 776]

Qafiyatu ra’si adalah ujung kepala.

Faedah Hadits

  1. Setan memiliki tiga ikatan dan nanti akan berlawanan dengan tiga ketaatan. Tiga bentuk ketaatan ini yang akan melepas tiga ikatan tersebut.
  2. Seorang muslim menjadi gembira ketika Allah memberinya taufik pada amal yang Allah rida dan cintai.
  3. Dalam shalat malam terdapat rahasia luar biasa yang membuat jiwa menjadi semangat dan hati menjadi lapang.
  4. Siapa saja yang melakukan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits lantas ia kembali tidur, maka setan tidak akan datang lagi untuk memberinya ikatan yang kedua kalinya.
  5. Kelalaian dan jauh dari ketaatan adalah perbuatan dan godaan dari setan.

Referensi:

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.


Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com