Suka suka gue, yang penting niatnya baik

Suka suka gue, yang penting niatnya baik

Eh, tunggu dulu, sekedar niat baik belum cukup.

Coba bayangkan, andai ada orang dengan alasan niat baik tanpa memiliki ilmu medis yang cukup, membuka praktek pengobatan, ada yang berhasil sembuh dan ada yang gagal, toh dokterpun juga demikian, apa anda mau jadi pasiennya?

Pak polisi saja ndak mau, bahkan akan segera menangkap dokter gadungan itu.

Nah dalam urusan agama, kenapa ucapan: yang penting niatnya baik masih sering dijadikan sebagai dalil tak terbantahkan?

Allah berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
“Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
“Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak.” (Hadits shohih riwayat Muslim)

Sobat! Ibadah itu menuruti kemauan Allah BUKAN menuruti kemauan anda, makanya harus berdasarkan dalil.

Kalau dalam urusan ibadah anda menuruti semau anda atau semau guru anda, maka itu sama saja anda mau jadi tuhan atau minimal mau ngaku jadi nabi sendiri.
Beda dengan dagang atau urusan dunia. Untuk urusan ini betul anda boleh suka suka, karena anda sedang menuruti kemauan anda sendiri, maka ya terserah anda.

Semoga bermanfaat.