tergsgs

bolehnya menangisi orang yang meninggal, tapi dengan ketentuan tidak dengan suara keras, atau tidak disertai dengan perbuatan jahiliah serta perkataan yang menunjukkan kemarahan dan kemurkaan terhadap apa yang Allah ‘azza wa jalla takdirkan.

menangis yang dibolehkan adalah menangis yang didorong oleh tabiat (secara wajar tidak dibuat-buat), bukan karena murka terhadap ketetapan takdir Allah ‘azza wa jalla.

Tangisan yang seperti ini tidaklah dicela bila seorang hamba melakukannya.

Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya ﷺ telah memerintahkan untuk bersabar dan mengharap pahala serta melarang dari keluh kesah dan murka ketika datang musibah.

menyeru dengan seruan jahiliah.” [HR . al-Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103]

Yang dimaksud dengan “Menyeru dengan seruan jahiliah” adalah melakukan niyahah, menyebut-nyebut kebaikan si mayat dan mendoakan kecelakaan menimpa diri.