Terkuak, ribuan masjid muslim uyghur dihancurkan sejak xi jinping berkuasa

ribuan masjid muslim uyghur dihancurkan

Rahile Dawut, seorang tokoh berpengaruh dan sekarang menghilang "disekolahkan" di kamp di Uyghur berkata dalam sebuah interview thn 2012: “Jika seseorang menghancurkan mesjid2 kita, orang Uyghur akan hilang dari peradaban dunia. Kita tak lagi memiliki budaya dan pengalaman spiritual sendiri. Setelah sekian lama, kita tak lagi mengingat mengapa kita tinggal disini dan darimana kita berasal"

Sejak Xi Jinping berkuasa thn 2014, ratusan bahkan mungkin ribuan masjid di China dihancurkan. Silahkah didownload bukti2 yg menjelaskannya di link berikut ini, lengkap dengan foto satelit sebelum dan sesudah mesjid2 itu dilenyapkan.

https://docs.uhrp.org/pdf/UHRP_report_Demolishing_Faith.pdf

Sulit memang membayangkan ada kaum yg sedemikian membenci praktek2 keagamaan, kecuali ia adalah kaum komunis.

Apakah komunis harus atheis? Tidak, untuk menjadi komunis, anda tidak harus atheis, tapi harus 100% materialistik. Masalahnya adalah .... kebanyakan agama mengajak penganutnya untuk tidak fokus pada hal yg bersifat duniawi. Sebaliknya dalam komunisme, dunia ini adalah dunia yg produktif menghasilkan barang dan material, tidak ada yang lain kecuali kerja sesuai titah kamerad pemimpin tertinggi. 

Hal2 yg diajarkan agama seperti iman, takdir, amal dan kesabaran adalah hal berbahaya untuk pemerintahan komunis yang mengandalkan terciptanya rasa takut dan persaingan. Dengan demikian demi terciptanya surga komunis di dunia, umat beragama memiliki pilihan, yaitu: meninggalkan agama yg dianutnya atau berani menanggung "neraka" selama hidup di dunia.

Itu sebabnya, Wang Zuoan, kepala urusan agama Partai Komunis China menegaskan dalam buletin partai (July 2017): "Tidak seharusnya anggota partai memiliki agama. Anggota partai harus kokoh menjadi seorang Marxist atheist, patuh aturan partai dan menjadi pengikut agama partai. Anggota yg memiliki agama harus dinasehati untuk meninggalkannya; mereka yg membandel akan diberi sangsi dan hukuman".

Selanjutnya, kebijakan China pada agama bisa dilihat dalam pernyataan Wang berikut ini: "Kita harus membimbing kelompok2 agama dan individu dengan nilai2 sosialisme dan budaya tradisional China yg luhur masuk ke dalam doktrin2 mereka untuk mendapatkan bagian bermanfaat untuk harmonisasi sosial dan pembangunan" ... (seperti konsep "menusantarakan" agama2 di nusantara, bukan???)

Jadi, jelas ya .... komunis itu pasti anti-agama, tak mungkin kompatibel dengan agama ... entah kalau agama ngaNU.

sumber : Katon Kurniawan