"THE SANTRI SUNNAH" By Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi

THE SANTRI SUNNAH

Dunia santri & pesantren adalah dunia yg mengesankan. Walau dia disebut "penjara suci" tapi penuh dengan kenangan dan pelajaran indah yg sulit terlupakan.

Survei menyebutkan bahwa menjadi santri itu keren, seru, asyik dan memiliki moment terindah dalam sejarah hidup ini.

Berpredikat santri itu banyak manfaatnya, diantaranya:

1. Lebih fokus dalam mendalami ilmu agama, karena hari-harinya penuh diisi dg belajar dan belajar, baik di kelas, di masjid bahkan di kamar asrama. Mencatat, menghafal, murojaah, mudzakarah adalah santapan harian mereka.

2. Berlatih membiasakan diri dengan ibadah dan akhlak mulia, dua hal yg terkadang sulit didapatkan pada selain santri dan pesantren. Kalau sekedar ilmu pengetahuan, sekarang ada google dan youtube, tapi ibadah dan adab tak akan ditemukan di sana.

3. Menjadi santri berarti belajar untuk banyak sabar, baik sabar berpisah dg keluarga, sabar menahan rindu, sabar hidup sederhana ala kadarnya, sabar antri lama, sabar hidup tanpa alat elektronik, sabar nunggu kiriman "sesuatu" dari orang tua dan sebagainya.

4. Menjadi santri berarti belajar arti persahabatan, kekompakan, kerja sama tim, saling berbagi, saling simpati dan saling menyayangi antar sesama, karena di sana bertemu dg para sahabat yg datang dari berbagai penjuru untuk satu tujuan suci, yaitu menuntut ilmu.

5. Menjadi santri berarti belajar hidup mandiri dalam mengurusi kebutuhannya, mandi sendiri, mencuci sendiri, menyiapkan alat sekolah sendiri tanpa manja, juga yg tak kalah pentingnya dia akan lebih dewasa menghadapi perbedaan karakter dan sifat, karena di pesantren itu karakter santri berbeda-beda.

6. Menjadi santri berarti belajar disiplin waktu, taat peraturan dan tidak melanggarnya, berjuang, berkorban dan mengasah mental untuk suskes dan berkarya, bahkan terkadang jatuh bangun siap menerima hukuman yg dirindukan.

Itulah sekelumit serunya dan manfaatnya menjadi santri. Inilah the santri yang sesungguhnya, santri yg didik dengan pendidikan berkarakter Al Quran dan sunnah sehingga beraqidah lurus, semangat beribadah sesuai sunnah dan berakhlak mulia, bukan the santri yg dicekokin dg paham liberal yg kebablasan dalam toleransi sehingga mengorbankan aqidah, bukan juga the santri yang mengajarkan pacaran muda mudi yg menjurus kepada dosa zina.

Semua itu sangat jauh dari dunia pesantren dan santri yg sesungguhnya, bahkan menodai dan merusak nama baik besar santri dan pesantren.

Maka hendaknya bagi kita mewaspadai propaganda liberal yang diselundupkan melalui film2 picisan walau dengan istilah "religi".